Ibu rumah tangga sekaligus Ibu bekerja…

Rumahku tak rapi. Berantakan lebih tepatnya. Karena itu jika tiba-tiba ada yang bertamu, maka, tak boleh mendadak. Haruslah memberitahu, minimal sms atau telpon, hehe supaya aku bisa ‘sedikit’ berbenah dulu.

Malas? Tidak sempat lebih tepatnya. Ya meskipun yang paling sering aku (wajib) lakukan adalah nyapu, ngepel dan pasti buang sampah. Cuci piring? sebisa mungkin kulakukan langsung sehabis kami makan. Jika kutumpuk, uuggh ga kebayang malah tambah males ngeliatnya. Cuci baju? Harus setiap hari agar tak menumpuk. Itu juga cuma rendam, kucek2, bilas (pakai produk-yang-mempermudah-proses-pembilasan). Jemur di teras. Beres. Kalo udah kering? Cukup dilipat (kalo sempat). Setrika? Hahaha ini kulakukan setiap-mau-berangkat.

Kalo mati lampu pagi2?… hahaha….

Masak? Hanya kulakukan setiap week-end. Kalo hari kerja mana sempat. Berangkat pukul 7.15 dan pulang pukul 16.30

Aku dan Fatih memilih (baca: harus) makan menu sarapan yang praktis; ceplok telor; dadar telor; sup telor atau martabak mie telor (wah serba telor ya? untung kami tak bisulan hihi😀 )

Setiap pagi kuawali bangun sekitar jam 3.30 pagi. Hal ini bisa kulakukan karena biasanya aku tidur cepat (selain karena menidurkan Fatih, aku juga sudah sangat letih seharian). Setelah sholat, biasanya kulanjutkan dengan mencuci baju yang kurendam semalam (pakai detergen yang kalo merendam semalaman ga bau dong!). sambil menunggu direndam dengan pewangi, kemudian menyetrika, menyiapakan sarapan dan membereskan dapur. Semua kegiatan ini memang lebih nyaman kulakukan pagi-pagi buta. Dimana Fatih masih terlelap, kalo ada dia… uih…bukannya beres…tambah ga ada yang beres. Disamping dia sangat menuntut perhatian Bundanya, apa yang telah kubereskan makan akan menjadi-tak-beres lagi setelah dilalui jejaknya Fatih.

Jika sarapan telah siap, cucian telah dijemur dan baju yang akan kami pakai (plus yang dibekal Fatih ke tpa) telah kusetrika maka aku akan membangunkan Fatih untuk sarapan kemudian mandi dan berangkat…

Itu kalo damai-damai saja loh. Maksudnya?

Tak jarang, Fatih bangun sebelum aku membereskan semua hal diatas. Jadinya, aku membuat sarapan sambil diiringi rengekan Fatih minta ini itu, kemudian dia berubah pikiran tidak mau yang tadi dia minta (#%%$@##*@#!). Atau aku menyetrika sambil dia ribut ingin menyemprot baju yang kusetrika dengan kispray, atau aku menjemur pakaian sambil Fatih ribut dia juga ingin menjemur pakaiannya, dan yang ada pakaian yang telah kucuci, kotor lagi. haaaahh…

haha dinamika yang ‘indah’ kurasa, belajar untuk bersabar, mencoba menjadi bunda yang baik sambil mendidik anak…

Kadang kala setelah siap keluar rumah bahkan telah diatas ojek menuju jalan raya, ada saja barang yang tertinggal, maka dengan tak enak hati kuminta abang ojek untuk kembali mengantar kami ke rumah, mengambil barang yang tertinggal. hihi

Kalau sedang mengobrol bersama dengan rekan-rekan di lab, terutama yang pria, kalau tak sengaja ceritaku yang-tak-memasak; aku dibilang, males ih ga masak, kasian tu anaknya, kasian suaminya, masa Ibu-ibu ga masak, ga ngurus rumah…

oh… halooo… itu kan pandangan kalian yang belum pada berumah tangga, wahai para pria lajang yang pikirannya masih sangat ‘mendambakan rumah tangga dengan segala keidealannya’

Toh anakku makan cukup bergizi dengan sarapan telur, kadang diselingi baso ikan. sorenya? kadang kubelikan lauk yang pastinya bergizi, sehat dan aman untuknya. siang? hohoho dia makan dengan teman-teman di tpa yang sudah disedikan menu lengkap-sehat-bergizi plus cemilan dan boleh nambah. Suamiku? pulang weekend koq… kan pas tuh, pas ada suamiku, aku libur dan memasak dirumah.

Suamiku juga tak pernah protes jika aku terlalu letih untuk memberesi rumah. Bayangkan jika memiliki anak yang superaktif dan sangat menuntut perhatian! Kadang membantuku mencuci, atau sekedar menyapu. Kalo aku sedang jenuh dan tak ingin memasak, tinggal beli makanan jadi. Beres.

Aku berangkat bersama fatih pukul 7.15 (dengan serentetan kejadian dari pagi-pagi buta), pulang sekitar 16.30 (setelah selesai bekerja dan menjemput Fatih di tpa). Begitu sampai rumah biasanya Fatih langsung ingin makan, ingin madu, ditemani nonton, atau jalan-jalan sekitar kompleks.

Bayangkan, mana sempat masih ada hasrat untuk memasak, atau menata kerapihan rumah (bukan membersihkan loh, membersihkan;nyapu ngepel mah wajib!)… yang ada ingin langsung mandi air hangat kemudian terlelap….

2 responses to this post.

  1. Hi, Egi… hahaaa, kita bersua di dunia maya😀
    Cowok lajang mah emang tahu beresnya doang, hahaa. Tapi kan yg tahu kehebatan-mu sebagai ibu & istri adalah Fatih & suami tercinta…and it’s worth a million😀 salut gw sama bunda yg satu ini… Fatih, bunda-nya disayang-sayang yaaa…

    PS : gw taro link blog Egi di blog gw, boleh ya Gi ?

  2. Posted by bundafatihrizky on Februari 19, 2009 at 2:18 pm

    boleh..boleh

    aku dah lama baca blog mu, ceritanya asyik2. bikin inspirasi aku buat nulis huehehehehe😀

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: